Mengenal Sosok Gadis Cantik yang Dilamar dengan Mahar Uang Setengah Miliar, Emas, Rumah dan Mobil (2)

Mengenal Sosok Gadis Cantik yang Dilamar dengan Mahar Uang Setengah Miliar, Emas, Rumah dan Mobil


Dilansir TribunnewsBogor.com dari laman Facebook pribadinya, Hj Tuti Hastuti ini mengunggah foto pasca dilamar oleh Muh Ridwan pada 7 Mei 2019.

Terlihat Hj Tuti Hastuti yang mengenakan gaun warna ungu muda dengan hijab pink itu memamerkan cincin yang ada di jari manisnya.

Sementara itu, Muh Ridwan berada di sampiung Hj Tuti Hastuti mengenakan kemeja batik.

Di belakang backdrop tertulis nama Hastuti dan Ridwan.

Lalu, pada tanggal 23 Mei 2019, Hj Tuti Hastuti merayakan ulang tahun ke-24 kekasihnya Muh Ridwan yang kini jadi suaminya.

"Hbd MR to 24 thn," tulis Hj Tuti Hastuti.

Namun kini akun Facebook Hj Tuti Hastuti yang tadinya TutiHastuti, berganti jadi TutiHastuti Ridwan pasca menikahi Muh Rodwan.

Hal tersebut diumumkan Hj Tuti Hastuti di akun Facebooklamanya.

Lantas, siapakah sebenarnya Hj Tuti Hastuti yang diberi uang panaik ratusan juta hingga satu unit rumah dan mobil?

Lantas, siapa juga Muh Ridwan yang rela memberikan uang panaikseroyal itu?

Dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJeneponto, Muh Ridwan sendiri merupakan anak pengusaha H Mansur Daeng Tompo, yang tinggal di kampung Tanatoa, Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

"Jadi besangku itu pedagang emas. Mereka juga sudah lama pacaran, dan telah melangsungkan pernikahan bulan ramadan lalu, namun baru dipestakan,"kata Daeng Tompo.

Sementara Hj Tuti Hastuti anak dari pasangan H Ismail Daeng Rapi - Hj Mariati.

Dia seorang pedagang emas, yang tinggal di Kampung Balang Pasui, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara.

Hj Tuti Hastuti sendiri dilansir dari biodata profil Facebooknya ini bekerja di Bekerja di Manajemen Industri Perkantoran daerah Makassar.

Beberapa hari lalu, uang panai juga kembali heboh di Jeneponto. Seorang polwan cantik di Bantaeng, yang diberi uang panaiksebesar Rp 300 juta.

Gadis beruntung tersebut adalah IIn Ariska Syahrir, seorang Polwan yang bertugas di Polres Banteng.


Translate